
Kala hari menjelang petang, sekitar pukul enam, beberapa mahasiswa Indonesia terlihat bergerombol di sebuah ruangan IDEC. Belasan orang pelajar Indonesia tampak serius mendengarkan penjelasan dari seorang pria yang berkumis, namun terlihat gagah dan berwibawa. Penuturannya jelas, pembawaannya berkharisma dan gerak-geriknya menarik untuk dilihat. Alunan suaranya empuk didengar, penampilannya pun enak dipandang. Ayunan tongkatnya mempertegas bahwa pria ini sangat menguasai apa yang dibicarakannya. Bahkan dengan sebuah GPS mobile tergantung santai di leher, memperlihatkan betapa topik ArcGIS hanyalah sekulit tipis dari tak berhingganya penguasaan beliau mengenai GIS dan RS yang sedemikian dahsyat.
Belasan pelajar Indonesia sungguh terbuai dan dimanja dengan pemaparan pria ini. Sejurus kata, selurus mata tatapan para pelajar ini tak terlepas dari slide PowerPoint pria ini. Boleh dikata pula untaian ucap yang terurai berangkai kalimat nan indah keluar dengan apiknya dari balik kumis pria ini sungguh membuka cakrawala buana benak para pelajar Indonesia ini. Ilmu ArcGIS sungguh sangat bermanfaat bagi kami, sekelumit kata tersebut terucap dari batin para pserta menguntai halus keluar mengayun lembut di dalam ruangan IDEC 806, saat itu Kamis 10 Februari 2011.

Semoga pengetahuan yang diterima kala itu dapat terpatri rapi dalam nuansa batin para pelajar Indonesia, dan kelak dapat diimplementasikan, diabdikan, dituai di ladang bumi Indonesia tercinta. Walau terasa pilu di hati, kala mengetahui betapa bumi Indonesia masih jauh dari sentuhan aplikasi ArcGIS, masih belum terjamah sistem ini, belum terimbas dahsyatnya sistem GIS. Mari bersama-sama berdoa semoga lima hingga sepuluh tahun mendatang, seluruh basis kehidupan di bumi Indonesia mulai terintegrasi dengan sistem ini, mulai diaplikasikan dalam kehidupan pemerintahan, mulai menapak dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sehingga mengangkat martabat hidup manusia Indonesia.
Tak luput dari penglihatan BIDIK, akhir pertemuan ditutup dengan berlembar-lembar rekaman gambar yang dapat disimak dalam situs PPI Hiroshima ini. Akhir kata BIDIK PPI Hiroshima menghaturkan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya atas kesediaan Bapak Endan Suwandana dan belasan pelajar Indonesia lainnya yang bersedia hadir dalam kegiatan ini. Sampai jumpa di kegiatan berikutnya. Salam Edukasi!!

BIDIK PPI Hiroshima






